Kenapa Kami Tidak Pakai Framework
Di tahun 2025, memilih tidak menggunakan framework untuk proyek besar adalah keputusan yang perlu penjelasan. Ini bukan keputusan yang kami ambil dengan mudah, dan ini cerita kenapa kami tidak menyesalinya.
Di tahun 2025, hampir semua developer yang serius akan menyarankan Anda memakai framework. Laravel kalau PHP. Django atau FastAPI kalau Python. Saran itu masuk akal untuk 90% kasus. Framework ada karena mereka memecahkan masalah nyata dengan cara yang sudah teruji.
Kami memilih native PHP 8.3. Tanpa framework. Dan membutuhkan beberapa bulan untuk benar-benar yakin bahwa itu keputusan yang tepat.
Masalah pertama dengan framework adalah bahwa mereka membawa asumsi. Bagaimana data disimpan. Bagaimana request diproses. Bagaimana dependency diinjeksikan. Asumsi itu masuk akal untuk aplikasi CRUD biasa. Tapi SURAU bukan aplikasi biasa. Platform ini punya 26 domain yang masing-masing punya aturan isolasi yang ketat: domain dengan nomor lebih besar tidak boleh bergantung pada domain nomor lebih kecil. Setiap entitas data punya satu pemilik. Tidak ada akses lintas domain kecuali melalui kontrak yang disepakati.
Memaksakan struktur ini ke atas framework yang tidak dirancang untuknya bukan menyederhanakan masalah. Anda akhirnya melawan framework lebih banyak dari yang Anda manfaatkan.
Memilih native PHP berarti membangun banyak hal sendiri: router, container dependency injection, middleware chain, view renderer. Di bulan-bulan awal itu terasa seperti menggali sumur sebelum bisa minum. Lambat. Tidak jarang frustrasi. Tapi enam bulan kemudian, ketika basis kode sudah puluhan ribu baris dengan 26 domain yang saling terisolasi, arsitektur itu mulai terasa sangat tepat. Tidak ada perilaku framework yang tiba-tiba muncul dari library yang tidak kami pahami sepenuhnya. Tidak ada konflik versi yang memaksa refactor tidak terduga. Setiap baris kode melakukan persis apa yang tertulis.
Untuk bagian yang memang butuh kecepatan dan ekosistem Python, yaitu pemrosesan AI, WebSocket realtime, dan analitik, kami tambahkan FastAPI sebagai layanan terpisah yang berjalan paralel. Hybrid. Dua inti, satu platform.
Ini bukan pilihan yang kami rekomendasikan untuk semua orang. Tapi untuk platform dengan arsitektur sekompleks ini, kejelasan jangka panjang lebih berharga dari kecepatan jangka pendek.
Ada masukan atau pertanyaan?
Hubungi kami